Jaksa Menyapa Bahas Pencegahan Kenakalan Remaja di Demak
DEMAK - Upaya pencegahan kenakalan remaja perlu dilakukan sejak dini melalui peran keluarga, sekolah, lingkungan, serta kemampuan remaja dalam mengontrol diri. Hal tersebut disampaikan oleh Niam Firdaus, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Demak, dalam program talkshow “Jaksa Menyapa” di Studio RSKW 104.8 FM. Kamis (5/3/2026).
Dalam talkshow yang dipandu oleh penyiar Bro Bagus tersebut, Niam menjelaskan bahwa masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju kedewasaan. Secara umum, remaja berada pada rentang usia sekitar 12 hingga 18 tahun, yang biasanya dimulai dari jenjang SMP hingga SMA.
“Remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini mereka sedang mencari jati diri, sehingga sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan”, jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa kenakalan remaja dapat dibedakan menjadi dua kategori, yakni kenakalan yang masih dalam batas norma sosial dan kenakalan yang sudah mengarah pada pelanggaran hukum.
Kenakalan remaja yang masih tergolong ringan biasanya berupa perilaku yang melanggar norma sosial, seperti membolos sekolah, tidak mengikuti pelajaran, atau perilaku yang mengganggu lingkungan. Meskipun masih dianggap kenakalan biasa, perilaku tersebut tetap perlu mendapatkan perhatian agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Sementara itu, kenakalan remaja yang sudah masuk kategori berat antara lain penyalahgunaan minuman keras, narkoba, tawuran, pergaulan bebas, hingga perilaku seksual berisiko. Menurut Niam, perilaku tersebut sudah dapat masuk ke ranah hukum dan perlu mendapatkan penanganan serius.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi atau pendidikan seks bagi remaja. Menurutnya, pendidikan tersebut bukanlah hal yang tabu, melainkan penting agar remaja memiliki pengetahuan untuk melindungi diri dan memahami konsekuensi dari setiap perilaku yang mereka lakukan.
“Pendidikan seks itu sebenarnya penting untuk pengetahuan remaja agar mereka memahami batasan dan risiko dari perilaku yang dilakukan”, ungkapnya.
Lebih lanjut, Niam menyampaikan bahwa kenakalan remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti keluarga, sekolah, lingkungan pergaulan, dan kondisi sosial. Namun demikian, faktor yang paling dominan menurutnya adalah kemampuan remaja dalam mengontrol diri (self control).
“Faktor keluarga, sekolah, dan lingkungan tentu berpengaruh. Tetapi yang paling dominan sebenarnya adalah kemampuan anak dalam mengontrol dirinya sendiri. Jika self control nya baik, maka pengaruh negatif dari luar bisa diminimalisir”, jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi keluarga, seperti kurangnya perhatian orang tua atau permasalahan dalam keluarga, memang dapat memengaruhi perilaku anak. Namun apabila seorang remaja mampu mengarahkan dirinya pada kegiatan positif, maka potensi kenakalan dapat ditekan.
Selain itu, lingkungan pergaulan juga memiliki pengaruh besar terhadap perilaku remaja. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar remaja dapat memilih pergaulan yang baik dan positif.
"Dengan adanya kegiatan ini saya harap masyarakat, khususnya para orang tua dan remaja di Kabupaten Demak, dapat lebih memahami pentingnya peran bersama dalam mencegah kenakalan remaja serta membentuk generasi muda yang berkarakter dan berakhlak baik", tutupnya. (Red-kmf/apj/nin).
DINPERPUSAR DEMAK 






