BKPSDM Demak Gelar Webinar Ngobras Kental #8, Bahas Pentingnya Kecerdasan Emosi bagi ASN
DEMAK - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Demak kembali menggelar webinar “Ngobrol Asyik tentang Kesehatan Mental (Ngobras Kental) #8” dengan tema “ASN Cerdas Emosi, Permasalahan Teratasi”, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan secara online melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Demak.
Webinar menghadirkan narasumber Nur Chasanah, S.Psi., MM., M.Psi., Psikolog, yang merupakan Asesor SDM Aparatur Ahli Muda BKPSDM Demak. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya kecerdasan emosional (emotional intelligence) bagi ASN dalam menghadapi berbagai tantangan kerja.
Nur Chasanah menjelaskan bahwa ASN saat ini dihadapkan pada berbagai tekanan, mulai dari target kinerja, tuntutan pelayanan masyarakat, hingga dinamika organisasi dan perubahan kebijakan yang cepat. Kondisi tersebut menuntut kemampuan pengelolaan emosi yang baik agar tidak berdampak pada kinerja dan kualitas pelayanan publik.
“Tanpa kecerdasan emosi, konflik akan meningkat, komunikasi menjadi tidak efektif, serta stres kerja semakin tinggi. Sebaliknya, ASN yang memiliki kecerdasan emosi mampu menyelesaikan masalah lebih cepat, bekerja secara harmonis dalam tim, serta memberikan pelayanan yang optimal”, jelasnya.
Dalam pemaparannya, Nur Chasanah juga menguraikan lima komponen utama kecerdasan emosional, yakni kesadaran diri, pengelolaan diri, motivasi internal, empati, dan keterampilan sosial. Kelima aspek ini saling berkaitan dan menjadi kunci dalam membangun profesionalisme ASN.
Ia juga memperkenalkan teknik sederhana dalam mengelola emosi saat bekerja, seperti metode STOP, yaitu berhenti sejenak, menarik napas, mengamati situasi, dan melanjutkan respons secara bijak. Teknik ini dinilai efektif untuk membantu ASN tetap tenang dalam menghadapi tekanan kerja.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman terkait cara mengelola konflik secara sehat, di antaranya dengan mendengarkan tanpa menyela, memahami sudut pandang orang lain, serta fokus pada penyelesaian masalah, bukan pada individu.
Menurut Nur Chasanah, komunikasi yang baik juga menjadi bagian penting dari kecerdasan emosi. ASN diharapkan mampu berkomunikasi secara jelas, sopan, terbuka, dan tidak menyerang pribadi, guna menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.
“ASN yang cerdas emosi akan menjadi pribadi yang profesional, adaptif, kolaboratif, dan berintegritas. Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada meningkatnya kualitas pelayanan kepada masyarakat”, pungkasnya. (Red-kmf/apj).
DINPERPUSAR DEMAK 





