Tracing TB dengan X-Ray Portable di Karangawen Perkuat Deteksi Dini Kasus TBC
DEMAK – Dinkesda Demak terus meningkatkan upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan Tracing TB terintegrasi CKG dan Speeling dengan metode Active Case Finding (ACF) menggunakan X-Ray portable swakelola tipe 2 dari Kementerian Kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 06 Agustus 2026 pukul 08.00 hingga 11.30 WIB di Puskesmas Karangawen I.
Kegiatan ini melibatkan Ketua Tim P2P Dinkesda, Tim TBC Dinkesda, Kepala Puskesmas Karangawen I beserta tim, dokter spesialis radiologi dari RSUD Sunan Kalijaga, dua radiografer dari RSUD Sunan Kalijaga dan RSUD Sultan Fatah, serta kader MSI TBC Demak. Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan untuk memperkuat deteksi dini kasus TBC di masyarakat.
Perwakilan Tim P2P Dinkesda menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menemukan kasus TBC secara aktif. “Melalui metode Active Case Finding dengan dukungan X-Ray portable, kami dapat menjangkau masyarakat secara langsung, khususnya kontak erat dan kelompok berisiko, sehingga kasus TBC dapat ditemukan lebih cepat dan segera ditangani”, ujarnya.
Sementara itu, tenaga radiografer yang terlibat dalam kegiatan ini juga menekankan pentingnya pemeriksaan radiologi dalam skrining TBC. “Penggunaan X-Ray portable sangat membantu dalam mempercepat proses skrining di lapangan, sehingga masyarakat tidak perlu datang jauh ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan awal”, ungkapnya.
Berdasarkan hasil kegiatan, sebanyak 21 kasus indeks TB telah dilakukan tracing dengan 67 kontak serumah dan kontak erat berhasil diidentifikasi dan seluruhnya telah diskrining. Selain itu, sebanyak 33 populasi berisiko juga turut dilakukan skrining. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 25 terduga TB yang dilanjutkan dengan pemeriksaan lebih lanjut, serta 37 orang memulai Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Hasil X-Ray juga menunjukkan 5 orang dengan gambaran yang mengarah ke TBC.
Melalui kegiatan ini, diharapkan upaya penanggulangan TBC di Kabupaten Demak dapat semakin optimal, dengan deteksi dini yang lebih cepat, penanganan yang tepat, serta pencegahan penularan di masyarakat. (Kesmas_Promkes PM)
DINPERPUSAR DEMAK 






