Perkuat Perencanaan Obat 2027, Dinkesda Demak Gelar Pertemuan RKO Lintas Fasilitas Kesehatan
DEMAK — Dalam upaya menjamin ketersediaan obat yang tepat jenis, tepat jumlah, dan tepat waktu, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak melalui Bidang Sumber Daya Kesehatan menyelenggarakan Pertemuan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) Tahun 2027 yang berlangsung di Kantin Lezat RSI NU Demak, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Ketua Tim Kefarmasian, Alat Kesehatan dan PKRT, staf teknis, pengelola obat dari 27 puskesmas se-Kabupaten Demak, kepala instalasi farmasi rumah sakit, serta perwakilan apotek Program Rujuk Balik (PRB).
Rencana Kebutuhan Obat (RKO) merupakan komponen krusial dalam sistem pengelolaan logistik farmasi. Penyusunannya dilakukan secara sistematis dengan mempertimbangkan:
- Pola penyakit di wilayah kerja
- Data pemakaian obat periode sebelumnya
- Ketersediaan stok dan buffer stock
- Kebutuhan pelayanan di fasilitas kesehatan
Dengan perencanaan yang tepat, RKO menjadi dasar dalam memastikan ketersediaan obat yang efektif, efisien, dan berkesinambungan.
Pertemuan ini menjadi forum koordinasi strategis antara puskesmas, rumah sakit, dan apotek PRB dalam menyelaraskan perencanaan kebutuhan obat.
Kolaborasi ini penting untuk:
- Mencegah kekosongan obat (stock out)
- Menghindari kelebihan stok (overstock)
- Menjamin distribusi obat yang merata
- Meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian
Dalam kegiatan ini juga dibahas penggunaan aplikasi e-Monev Katalog Obat sebagai sistem monitoring dan evaluasi perencanaan obat.
Melalui forum diskusi, peserta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi, antara lain:
- Kesulitan input data
- Ketidaksesuaian antara kebutuhan dan realisasi
- Kendala teknis pelaporan
Selanjutnya, dirumuskan solusi dan langkah tindak lanjut untuk meningkatkan akurasi dan kualitas penyusunan RKO berbasis sistem digital.
Penyusunan RKO yang baik tidak hanya berdampak pada ketersediaan obat, tetapi juga pada efisiensi anggaran dan akuntabilitas pengelolaan logistik kesehatan.
Dengan perencanaan yang matang, diharapkan penggunaan anggaran menjadi lebih optimal dan tepat sasaran, serta mampu mendukung pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Melalui kegiatan ini, Dinkesda Kabupaten Demak menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem pengelolaan obat yang terintegrasi, transparan, dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.
Dengan sinergi lintas fasilitas dan penguatan sistem perencanaan, diharapkan ketersediaan obat di Kabupaten Demak dapat terus terjaga, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan optimal tanpa hambatan. (Kesmas_Promkes PM)
DINPERPUSAR DEMAK 




