...
Cuaca Makin Panas Jadi Peluang Bisnis, Dinnakerind Latih Warga Mranggen Jadi Teknisi AC

DEMAK – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinnakerind) Kabupaten Demak melalui Balai Latihan Kerja (BLK) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengentaskan pengangguran dengan menggelar pelatihan Mobile Training Unit (MTU) Kejuruan Refrigerasi. Program Pelatihan Asisten Teknisi AC Residensial ini resmi dibuka di Desa Mranggen, Kecamatan Mranggen, dan akan berlangsung mulai tanggal 9 hingga 22 April mendatang.

Pelatihan yang diikuti oleh 16 peserta ini difokuskan bagi masyarakat yang masuk dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Desil 1-3. Langkah ini diambil sebagai intervensi langsung pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan dan menekan angka kemiskinan, di mana garis kemiskinan saat ini berada pada tingkat pendapatan per kapita sebesar Rp 595.000 per bulan.

Kepala Dinnakerind Kabupaten Demak, dalam sambutannya, menyoroti tantangan ketenagakerjaan di Demak. Meski angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 4,58% dan pertumbuhan ekonomi Demak berada di atas rata-rata provinsi maupun nasional, persaingan kerja tetap sangat ketat.

“Demak memiliki banyak pabrik dan Upah Minimum Kabupaten (UMK) kita berada di urutan kedua tertinggi di Jawa Tengah. Namun, masih banyak warga kita yang menganggur karena kalah bersaing dengan pekerja dari luar Demak. Bahkan di level manajemen menengah, dari 23 HRD di kawasan Jatengland, hanya satu yang ber-KTP Demak”, tegas Kepala Dinnakerind.

Beliau juga mengingatkan pentingnya tiga pilar utama dalam dunia jasa dan kerja, yaitu Skills (Keterampilan), Knowledge (Pengetahuan), dan Attitude (Sikap). “Banyak yang gagal karena masalah attitude. Jangan sampai terkena penyakit ‘muntaber’ mundur tanpa berita. Apalagi efek sekolah daring belakangan ini banyak membuat anak-anak kehilangan fokus dan attitude, sehingga peran orang tua sangat penting untuk memotivasi”, tambahnya.

Lebih lanjut, Kepala Dinnakerind melihat peluang besar di sektor refrigerasi. Dengan kondisi cuaca yang semakin panas, kebutuhan AC untuk kenyamanan rumah tangga semakin tinggi dan membutuhkan perawatan rutin. Selain berorientasi pada ekonomi, beliau juga memotivasi peserta untuk menjadikan keahlian ini sebagai ladang amal, misalnya dengan memberikan layanan servis AC secara sukarela di tempat-tempat ibadah. Peserta juga diimbau untuk mendaftar BPJS Ketenagakerjaan Mandiri (Bukan Penerima Upah) dengan iuran terjangkau Rp16.800 per bulan untuk perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Camat Mranggen yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa bahagianya atas kesempatan yang diberikan kepada warganya. “Bumi semakin panas, kenyamanan berupa pendingin ruangan sangat dibutuhkan saat ini. Pelatihan ini sangat relevan untuk memperluas wawasan dan membuka lahan kerja baru bagi warga Mranggen. Yang terpenting, sikap pantang menyerah harus dimiliki jika ingin sukses membuka usaha”, ujarnya.

Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Desa Mranggen. Kepala Desa Mranggen menyatakan bahwa peserta yang terpilih menunjukkan semangat dan kesungguhan yang luar biasa. Mengingat jumlah penduduk Desa Mranggen mencapai 16.000 jiwa, terpilihnya 16 peserta ini diharapkan mampu menjadi pionir ekonomi baru.

“Kami dari pihak desa sangat berterima kasih kepada Dinnakerind. Sebagai bentuk komitmen dan tindak lanjut pasca-pelatihan, desa akan memfasilitasi pembentukan wadah khusus bagi para alumni. Desa siap membantu agar mereka bisa langsung terjun melayani masyarakat”, ungkap Kepala Desa Mranggen. Beliau juga menegaskan bahwa desanya selalu siap jika Dinnakerind ingin menyelenggarakan program MTU kejuruan lainnya di masa mendatang.

Melalui sinergi antara Dinnakerind, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa ini, diharapkan para peserta pelatihan MTU tidak hanya mendapatkan skill teknis, tetapi juga mampu menjadi wirausahawan mandiri yang berkontribusi dalam menggerakkan roda ekonomi lokal di Kabupaten Demak. (nakerind)