Dinkesda Demak Tingkatkan Kewaspadaan Dini Penyakit Menular melalui Penguatan Surveilans PD3I dan SKDR
DEMAK — Dalam upaya memperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap penyakit menular, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak menggelar Pertemuan Programmer Surveilans PD3I dan SKDR di Ballroom Wakil Bupati Demak, Senin (27/4).
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur tenaga kesehatan lintas fasilitas pelayanan kesehatan, di antaranya dokter spesialis anak dr. CH Rini Pratiwi, Kepala Bidang P2P Dinkesda Demak, dokter pemeriksa puskesmas, petugas surveilans rumah sakit dan puskesmas se-Kabupaten Demak, serta Tim Surveilans dan Imunisasi Dinkesda Demak.
Pertemuan ini menjadi forum strategis dalam melakukan monitoring dan evaluasi program surveilans penyakit menular, sekaligus memperkuat kapasitas petugas dalam pelaporan dan respons terhadap potensi Kejadian Luar Biasa (KLB).
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan penguatan terkait Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I), yaitu kelompok penyakit infeksius yang dapat dicegah secara efektif melalui imunisasi.
Beberapa penyakit yang termasuk dalam PD3I antara lain, Campak, Polio, Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B dan Tuberkulosis
Penyakit-penyakit tersebut berpotensi menyebabkan kesakitan, kecacatan, hingga kematian apabila tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, imunisasi dasar dan lanjutan menjadi intervensi utama dalam menekan angka kejadian.
Perwakilan Dinkesda Demak menegaskan pentingnya peran surveilans dalam memastikan keberhasilan program imunisasi.
“Surveilans PD3I menjadi garda depan dalam mendeteksi kasus secara dini, sehingga intervensi dapat segera dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih luas”, ujarnya.
Selain PD3I, kegiatan ini juga menitikberatkan pada penguatan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), yaitu sistem surveilans epidemiologi berbasis laporan mingguan yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan RI.
SKDR berfungsi untuk:
- Memantau tren penyakit menular secara rutin
- Mendeteksi potensi KLB melalui sistem peringatan dini (alert)
- Memastikan respons cepat kurang dari 24 jam terhadap peningkatan kasus
Dengan sistem ini, setiap lonjakan kasus yang melebihi ambang batas akan segera teridentifikasi dan ditindaklanjuti oleh petugas kesehatan di lapangan.
“SKDR menjadi alat penting dalam pengambilan keputusan berbasis data, sehingga penanganan kasus dapat lebih cepat, tepat, dan terarah”, tambahnya.
Dalam sesi diskusi dan evaluasi, peserta juga membahas berbagai tantangan di lapangan, termasuk ketepatan waktu pelaporan, kelengkapan data, serta koordinasi antar fasilitas kesehatan.
Dinkesda Demak mendorong seluruh petugas surveilans untuk meningkatkan kualitas pelaporan secara real-time, akurat, dan berkesinambungan, sebagai dasar perencanaan program kesehatan yang efektif.
Kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan jejaring surveilans antara puskesmas dan rumah sakit, sehingga sistem rujukan dan respons terhadap kasus dapat berjalan lebih optimal.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Demak menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular.
Dengan surveilans yang kuat, dukungan imunisasi yang optimal, serta respons cepat berbasis SKDR, diharapkan potensi wabah dapat dicegah sejak dini dan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Demak semakin meningkat.
“Harapannya, seluruh tenaga kesehatan dapat bersinergi dalam meningkatkan kewaspadaan dini, sehingga masyarakat Demak terlindungi dari ancaman penyakit menular”, pungkasnya. (Kesmas_Promkes PM)
DINPERPUSAR DEMAK 






